Oleh: naosa geulis | Juni 8, 2009

Menulis

Kadang Perempuan Menulis adalah Obat Mujarap Untuk Mengobati Luka Batin Yang Dialami di Masa Lalu Karena Melalui Tulisan, Ia Akan Mampu Mengungkapkan Sisi Terdalam Dari Dirinya.

Iklan
Oleh: naosa geulis | Mei 16, 2009

Memaafkan dan Menghukum

Ada Persamaan Antara Memaafkan dan Menghukum: Kita Hanya Memaafkan Dimana Kita Hanya Bisa Menghakimi dan Menghukum. Dan Pemaafan Semacam Ini Memperbudak Siapapun Yang Menjadi Subyeknya
Hannah Arendt

Oleh: naosa geulis | Mei 16, 2009

Anak

Setiap Anak Yang Dilahirkan adalah Bukti Bahwa TUHAN Belum Putus Asa Menghadapi Manusia
Rabindranath Tagore

Oleh: naosa geulis | Mei 11, 2009

Mitos

Tanpa Mitos Setiap Peradaban Kehilangan Daya Kreatifnya: Hanya Sebuah Kaki Langit Yang Digurat Oleh Mitos Yang Sanggup Menampung Sebuah Proses Peradaban Dalam Satu Unit Tunggal (Nietzsche)

Oleh: naosa geulis | Mei 2, 2009

Tete Pu Burung

Tete mandi sama-sama dengan cucu. trus, cucu d tanya “Tete, apa yang tagantung tu?”. Tete bilang “itu burung”. Malamnya dorang mau tidur, cucu bilang “tete, sa main dengan burung ka..’ Tetebilang “main suda”. Tidak lama tete batariak, orang rumah bangun, lihat tete pingsan, langsung antar tete ke rs. dokter tanya “cucu, kenapa tete pingsan?”. Cucu d bilang “tadi sa main-main tete pu burung tapi tiba-tiba tete pu burung ludah saya makanya sa patah burung de pu kapala”

JUBI— Papua dengan budaya patriarkhi (garis keturunan berdasarkan pada garis keturunan laki-laki) yang sangat kental dalam mendominasi kehidupan bermasyarakat selama ini sedikit banyak telah memarginalkan perempuan pada posisi subordinat terhadap laki-laki.

Sehingga peluang 30% kuota bagi perempuan untuk turut mengambil bagian di dalam lembaga legislatif pada Pemilu 2009 ini belum dapat digunakan secara maksimal oleh perempuan itu sendiri.
Terlepas dari budaya patriarki dan kuota 30% bagi perempuan, Ibu Martha Duwith, S.Sos (31) salah satu calon anggota legislatif (caleg) dari Partai Persatuan Daerah (PPD) untuk daerah Pemilihan Kota Jayapura menyatakan bahwa ketidakmampuan Perempuan Papua untuk berkompetensi di dunia publik saat ini disebabkan oleh latar belakang pendidikan. Ia juga mengungkapkan bahwa caleg jangan hanya tamatan SD, SMP atau SMU. “Untuk Dapil III Kota Jayapura misalnya, ada 11 kursi yang diperebutkan; 3 kursi diantaranya haruslah diisi oleh Perempuan Papua dengan latar belakang pendidikan S1 karena dengan gelar sarjana, seseorang pasti memiliki kemampuan menganalisis” ujarnya pada JUBI di kediamannya di Perumnas IV Padang Bulan-Jayapura, Selasa (31/3). Baca Lanjutannya…

Oleh: naosa geulis | April 1, 2009

Check out my Slide Show!

Oleh: naosa geulis | Maret 31, 2009

Cinta Pertama yang Bikin “Gila”

Judul: Mashenka (Rusia), Mary (Inggris), Maria (Indonesia)
Penulis: Vladimir Nabokov
Penerjemah: Santi Hendrawati
Penerbit: Serambi Ilmu Semesta
Halaman: 205 HVS
Ukuran: 13 x 20,5 cm
Terbit: Maret 2009

“Dalam novel ini, Vladimir Nabokov tidak menghadirkan cinta melalui saluran fisik dan dalam bentuk vulgar nan erotis, tetapi menggunakan saluran elektrik atau kejiwaan. Oleh karena itu, jika pembaca perempuan penasaran bagaimana perasaan dan polah tingkah pasangannya ketika dilanda kerinduan, sosok Ganin cukup memberikan jawaban yang bisa dibilang mewakili lelaki pada umumnya.”

Cinta pertama … hanya butuh satu kata untuk mengembalikan kenangan tentangnya. Mungkin bagi sebagian orang itu pengalaman biasa, tetapi sebagian yang lain merasakan hal sebaliknya. Tokoh utama dalam novel ini, Lev Glebovich Ganin, termasuk kelompok kedua. Dalam keadaan tak terduga dan menjengkelkan karena terjebak dalam lift yang gelap, Ganin tiba-tiba teringat kembali kepada perempuan yang menjadi cinta pertamanya ketika dia berkenalan dengan seorang teman sepondokan. Baca Lanjutannya…

« Newer Posts - Older Posts »

Kategori